Manajemen Waktu Saat Work From Home
Saat harus work from home seperti masa covid-19 ini, seringkali sulit bagi kita untuk menentukan hal mana yang harus kita prioritaskan untuk kita lakukan. Mulai dari bangun tidur sampai hendak tidur malam, nampaknya begitu banyak hal yang harus kita kerjakan. Saya sendiri, seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai orangtua yang meng-homeschooling-kan kedua anak kami, dan bersama suami, saya menjalankan bisnis asuransi jiwa. Nampaknya daftar hal yang harus saya lakukan setiap harinya begitu panjang, mulai dari menyiapkan sarapan, mengajar anak-anak, menjalankan bisnis, sampai membacakan buku sebelum anak tidur malam. Sepertinya daftar hal yang harus saya kerjakan tidak ada habisnya. Saat di rumah saja, justru nampaknya waktu saya semakin sedikit sementara tak jarang, to-do-list saya tidak rampung saya kerjakan.
Kadang saat saya evaluasi di malam hari, saya baru sadar bahwa apa yang saya lakukan seharian itu, walaupun nampaknya saya begitu sibuk dan produktif (dan tepar juga hehe..), namun tak jarang tujuan saya di hari itu ataupun di bulan itu tidak tercapai. Padahal saya merasa saya sudah melakukan begitu banyak. Jadi apa yang salah?
Kali ini saya ingin membahasnya dari sudut pandang bisnis. Bagaimana kita mencapai target bisnis kita dengan cara mengelola waktu kita dengan tepat? Suatu malam saat saya sedang membaca buku Dan Lok yang berjudul FU Money, saya diingatkan untuk memiliki perencanaan matang untuk dijalani tidak hanya secara bulanan ataupun mingguan, melainkan juga harian! Artinya, kita perlu mem-breakdown target bulanan kita hingga menjadi target harian. Setelah kita tahu apa yang menjadi target harian kita, baru kita buat daftar hal-hal yang kita rencanakan untuk kita lakukan setiap harinya. Dari sekian kegiatan yang kita lakukan dalam 1 hari, kita pilah lagi: kegiatan mana yang akan mendukung pencapaian target harian, dan mana kegiatan yang tidak. Untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung pada pencapaian target, apakah kegiatan itu bisa kita delegasikan ke orang lain? Jika ya, delegasikan. Jika tidak, temukan cara agar kita dapat mendelegasikannya. Sebagai contoh, berikut ini kegiatan yang saya lakukan dalam 1 hari kerja di masa covid-19 ini:
- Mempersiapkan sarapan
- Olahraga
- Memasak
- Menemani anak-anak belajar
- Membuat janji dengan klien
- Melakukan service nasabah
- Melakukan presentasi kepada klien
- Membina hubungan dengan klien
- Menulis blog
- Bermedsos
- Bermain dengan anak
- Waktu pasutri
- Membersihkan rumah
- Membaca buku
Menurut Dan Lok, tentukan 5 kegiatan yang harus kita prioritaskan sesuai tujuan/ target harian kita tadi, dan fokus dan prioritaskan untuk lakukan kelima hal tadi. Maka mulailah hari dengan merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan kita prioritaskan di hari itu. Rencanakan, dan kerjakan rencana itu!
Untuk kegiatan-kegiatan yang bisa kita delegasikan ke orang lain, delegasikan. Seperti contoh daftar di atas, karena memang saya tidak terbiasa memasak, maka baru beberapa tahun belakangan ini saja saya memasak untuk keluarga. Itupun tidak setiap hari. Sebelumnya bisa dikatakan saya tidak pernah bisa memasak, kecuali memasak mie instan dan telur mata sapi. Yah sedikit tumis-menumis masih bisalah. Dan dengan segala keterbatasan inilah, maka saat ini, jika harus memasak untuk porsi makan siang dan makan malam untuk 1 rumah (terdiri dari saya, suami, kedua anak, dan orangtua saya) paling tidak saya membutuhkan waktu 90 sampai 120 menit. Dan ini belum termasuk membereskan dapur setelah memasak. Saya sangat bersyukur saya memiliki orangtua yang bersedia membantu saya mencuci dan membereskan peralatan masak setelah saya selesai memasak. Kalau tidak, saya bisa 2 jam lebih di dapur! Pelan-pelan, walau tidak setiap hari, kegiatan masak-memasak inipun saya delegasikan ke pihak ketiga. Hehehe..Tidak sempurna memang. Saat mendelegasikan kegiatan ini kepada pihak ketiga, mungkin menu masakan kurang sesuai dengan keinginan, atau kita jadi harus membayar "lebih", namun jika waktu yang bisa kita hemat yang mana bisa kita alokasikan bagi kegiatan lain yang lebih mendekatkan kita pada target harian kita, kenapa kita harus segan-segan mendelegasikan kegiatan yang "kurang penting" ini kepada pihak lain?
Dan dengan adanya perencanaan yang kita buat untuk setiap harinya, maka kita akan jauh lebih fokus dalam mengelola waktu kita. Kita tidak akan mudah terdistraksi oleh hal-hal yang berseliweran di hadapan kita yang sesungguhnya belum tentu ada dalam to-do-list kita.
Satu hal lagi yang menurut saya perlu menjadi perhatian: kerjasama satu rumah. Penting bagi seluruh anggota keluarga untuk mengetahui apa yang menjadi agenda kita. Dengan demikian, kita bisa meminta bantuan mereka untuk mendukung kita dalam hal manajemen waktu ini demi mencapai target yang telah kita buat. Dengan kerjama dari pasangan, anak-anak, ataupun anggota keluarga yang lain yang serumah dengan kita, terutama di masa-masa work from home ini, maka semua akan bahu-membahu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, sehingga pekerjaan rumah tidak hanya bertumpu di 1-2 orang.
Mudah-mudahan manajemen waktu kitapun jauh membaik dan target kerja kitapun tercapai. Amin.

Comments
Post a Comment